DIALEKTIKA.COM — Sejumlah mahasiswa Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) menyampaikan keluhan terkait belum tercetaknya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), yang berimbas pada kegiatan akademik maupun non-akademik mereka di luar kampus.
Pengumpulan data untuk percetakan KTM sendiri, sebenarnya telah diminta sejak (23/11/2024) lalu oleh Biro Kemahasiswaan melalui pengisian formulir Google From. Namun, sampai kini KTM belum juga tercetak.
Salah satu mahasiswa, Fitri Qomariyah, menerangkan bahwa dirinya pernah batal mengikuti perlombaan tingkat nasional karena tidak bisa memenuhi syarat KTM.
“Pernah gajadi ikut lomba tingkat nasional yang diadakan oleh salah satu kampus pesantren bergengsi di jawa timur karena harus pake KTM buat persyaratan pendaftaran nya,” ungkapnya, Jumat (2/5/2025).
Fitri juga menyayangkan bahwa di internal kampus Institut Kariman Wirayudha terhadap fungsi KTM yang seolah diabaikan.
“Kalau untuk internal kampus kayaknya KTM ini emang kayak barang ga penting ya, secara gada satupun kepentingan akademik maupun non akademik di kampus yang mewajibkan KTM sebagai persyaratan nya,” imbuhnya.
Senada dengan Fitri, Agil Munawwar menyoroti pentingnya KTM, terutama bagi dirinya yang aktif sebagai pengurus advokasi di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Ketika saya pergi ke kampus lain untuk menjalankan program kerja dan kolaborasi, tentu KTM penting sebagai bukti bahwa saya benar-benar mahasiswa aktif,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dialektika sedang mengupayakan konfirmasi dan wawancara langsung dengan Biro Kemahasiswaan selaku penanggung jawab penerbitan KTM untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait keterlambatan ini. (*)

