Jendela Gaib Masa Depan

Kulihat lagi malam itu  Kusingkap setiap jendela gaib yang menutupnya Kuulang lagi kisah yang menyenangkan Kulihat Kupandang Kutatap Ku amati setiap ritme yang berputar berlalu lalang Ku saksikan saksi saksi kehidupan Menatap merdu wajahnya Seolah tak ada yang berbeda Alangkah indahnya dunianya Menghipnotis setiap pandangan yang memandangnya Kulihat begitu indah Namun nyatanya tak semestinya Kau…

Read More

Retorika Sang Predator

Apakah benar kau mencari keadilan? Lantas, sikap mana yang harus kubenarkan? Sikap mana yang harus kupandang lihai? Aku terkecoh… Kukira, Dirimu benar-benar penegak keadilan Dan ingin memerdekakan rakyat-rakyat kecilnya. Nyatanya, Kau hanya jadikan mereka kelinci percobaan. Kau jadikan mereka permainan, Masuk dalam taktik perburuan yang kejam. Merampas segala hak kepemilikan, Menabur banyak ruas kebusukan. Kau…

Read More

Surat untuk Kontrakan

Kontrakanku yang baik, maaf jika akhir-akhir ini aku sering pulang terlambat. Bukan karena aku lupa jalan, tapi kadang dunia di luar terasa lebih sempit darimu. Terima kasih sudah menampung lelahku, menyimpan cerita-cerita nakalku, mengisi perut laparku. Kau diam saja, tapi selalu paham bagaimana caranya menenangkan kepala. Kau tahu, dunia di luar terlalu gaduh. Orang-orang sibuk…

Read More

Dunia Mimpi

Dalam dunia mimpi atma kita bertemu, bergandengan tangan menatap lembayung swastamita Kebahagiaan kita begitu amerta tanpa jarak yang memisahkan dan renjana yang mencekik Dalam dunia mimpi Atma kita berkelana tanpa henti, mengelilingi asmaraloka bermain-main dibawah cahaya arunika Kala itu, kita mengucapkan janji-janji nirmala bahwa kita akan selalu bersama hingga nirwana Dalam dunia mimpi atma kita…

Read More

Aku Ini Kaus Lusuh

  Aku ini kaus lusuh yang tetap kau pakai meski sudah kebesaran. Aku mencoba melipat diri, tersimpan di laci yang jarang kau buka. Tapi entah kenapa, aku selalu kembali, duduk di sampingmu, mengajakmu bicara tentang hal-hal yang seharusnya sudah selesai. Mungkin aku tak ingin pergi. Atau mungkin kau yang diam-diam tak ingin benar-benar kehilangan.

Read More

Perasaan yang Tak Kunjung Hilang

Perasaan yang tak kunjung hilang, mengalir deras, tak pernah surut, seperti sungai yang merayap pelan, menyusup ke dalam setiap sudut. Ia hadir bagai bayang-bayang, mengekor, bahkan dalam mimpi, tak pergi, tak berkurang, mengikat hati tanpa tepi. Aku tak tahu kapan ia lenyap, atau mungkin ia abadi, tapi aku tahu, sejauh apa pun langkahku, ia tetap…

Read More

Innamaa’al Usri Yusraa

Dalam gelap yang menyesakkan dada Dlam beban yang terasa tak reda Ada janji yang Tuhan titipkan, Bahwa setelah kesulitan, pasti ada kemudahan.   Air mata jatuh di sunyi malam Doa-doa lirih terbang ke langit kelam Namun jangan takut, jangan goyah Karena fajar harapan pasti merekah.   Langkah tertatih, jiwa merintih, Kadang luka terasa begitu perih,…

Read More

Sepucuk Surat Cinta untuk Pergerakan

Untukmu, pergerakan yang membara dalam dada Di tiap langkah, terpatri cita-cita mulia Engkau yang tak pernah lelah merajut harapan Dari Sabang hingga Merauke, terus berjuang. Aku menulis dengan darah yang mengalir di nadi Dengan semangat yang tak pernah terpadamkan oleh waktu Karena engkau adalah gairah dalam setiap langkah kami Pergerakan yang lahir dari keikhlasan dan…

Read More
Aksara di Ujung Saka

Aksara di Ujung Saka

Mengundang banyak tanya Misterius di tengah ombak Berlayar tanpa nahkoda Memandu angin membawanya Menyingsing merayap tongkat menancap Bertanya kepada laut akankah dirimu berombak? Kau membawa kapal ke tengah laut dan kau hempaskan ke ujung daratan, Kau menyisakan beribu-ribu kepingan pertanyaan Namun tak satupun bait dijadikan penguat Wahai aksara Kau bertitik tanpa bertingkat Berangan-angan tanpa pasti…

Read More
Ratapan Sebait Doa

Ratapan Sebait Doa

Semilir angin di pelupuk kerinduan Menyingsing kelam penuh kebingungan Mata yang pekat tak lagi terlihat Sayup tak berkedip Memancarkan luka berkepanjangan Goresan pilu teriris sanubari Angin kian menerjang Tak merobohkan sepasang mata saling menatap Diam penuh kesunyian air mata kian deras Dipenghujung doa Ku sematkan dzikir kerinduan Diam dalam kebisuan Berharap pada sang ilahi Cinta…

Read More
Detak yang Retak

Detak yang Retak

Aku harap detakmu masih sama di pelupuk mata Yang mendamba pada bidadara Namun usai diambang semesta Pada rembulan yang menjadi senja Dan bertahta lewat kata setia Merenggut setiap mereka Yang mengadu duka yang menimpa Bolehkan kata setia Yang menghanyut setiap bahagia yang tertunda menjadi nyata? Dari goresan pisau yang kini menancap pada mata tak berujung…

Read More
Jejak Puisi di Negeri Ini

Jejak Puisi di Negeri Ini

I/ Dahulu, Ia merangkak, tertatih di negeri sendiri November pedih Sebab menganyam tulang-tulang tubuh yang sudah mati “Merdeka!” katanya, menggetar dalam dada Tetes darah mengalir pada tubuhnya Ia tak hiraukan Terus mengobarkan “Merdeka!” katanya lagi, jadi doa masa depan nanti II/ Lirih di telinga Jeritan nestapa gugur bersama reranting tua Doa yang sudah dirapal Dituang…

Read More
Sajak 10 November

Sajak 10 November

10 November ini Adalah harimu Pahlawanku…. Banyak orang merayakannya Bernyanyi-nyanyi, meneriakkan namamu Sampai-sampai melakonkan perjuanganmu Aku tahu, hari itu Pasti darahmu mengalir Keringatmu tak kunjung kering Demi memperjuangkan negeri ini Tetapi, bolehkah sederhana saja Aku merayakannya Biar kuhias gambar-gambarmu Dengan bunga berkarang merah putih itu. 10 November ini Adalah harimu Pahlawanku…. Bangkitlah sekali lagi Sebab…

Read More