Jejak Puisi di Negeri Ini

Jejak Puisi di Negeri Ini

I/
Dahulu,
Ia merangkak, tertatih di negeri sendiri
November pedih
Sebab menganyam tulang-tulang tubuh yang sudah mati

“Merdeka!” katanya, menggetar dalam dada

Tetes darah mengalir pada tubuhnya
Ia tak hiraukan
Terus mengobarkan

“Merdeka!” katanya lagi, jadi doa masa depan nanti

II/
Lirih di telinga
Jeritan nestapa gugur bersama reranting tua

Doa yang sudah dirapal
Dituang dalam semerbak bunga
Harap mekar pada jiwa anak bangsa

III/
Kini, kenang-mengenang
Ketika kata dinyanyikan:

_”Kulihat ibu pertiwi_ _sedang bersusah hati_
_Air matamu berlinang…”_

Diam,
Semua sunyi

Tiba-tiba tubuhku jadi beku
Mataku terpejam
Hatiku pedih, ngilu sampai ke sanubari

Selembar surat hampir terlantar
Darah jadi tinta
Mengalirnya jadi kata, _merdeka!_

Lantaran dalam puisi:
Engkau abadi.

Pangabasen, 10 November 2023

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top