KKN Posko 03 INKADHA Kenalkan Silase & Fermentasi untuk Atasi Krisis Pakan

DIALEKTIKA.COM — Mahasiswa KKN INKADHA Posko 03 sukses menggelar Seminar Inovasi Peternakan di Balai Desa Tarogan, Kecamatan Lenteng, Kamis (11/09/2025). Acara ini memperkenalkan teknik fermentasi dan silase sebagai solusi kekurangan pakan ternak saat musim kemarau.

Bertajuk “Pendampingan Pengolahan Pakan Ternak Fermentasi & Silase” acara ini dihadiri puluhan peternak, perangkat desa dan menghadirkan praktisi peternakan, Khomaisi, S.Pt., sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Khomaisi mengatakan jerami yang sering terbuang bisa dimanfaatkan sebagai stok pakan dengan cara fermentasi sederhana. Menurutnya, cara ini sangat efektif untuk mengatasi kekurangan pakan saat musim kemarau.

“Jerami yang biasanya dibakar bisa diolah menjadi pakan bernutrisi dengan dicampur probiotik dan molase. Dengan cara ini, ternak tidak kelaparan dan peternak tidak perlu menjual ternaknya saat sibuk mengurus tembakau,” jelasnya.

Setelah pemaparan, peserta mengikuti praktik langsung membuat pakan fermentasi dan silase. Peternak terlihat antusias mencoba teknik pengolahan jerami di lokasi kegiatan tersebut.

Salah seorang peserta, Wahed, mengaku terkejut sekaligus antusias setelah mengikuti praktik tersebut. Ia menilai teknik ini membuka wawasan baru bagi peternak di desanya.

“Selama ini kami tidak tahu kalau jerami bisa diolah jadi pakan. Di desa kami belum pernah ada yang menerapkan cara seperti ini, jadi benar-benar terobosan baru yang bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN INKADHA Posko 03, Susmaniya, menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah awal untuk menjawab persoalan peternak. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut agar inovasi yang diperkenalkan benar-benar diterapkan di masyarakat.

“Kami tidak hanya menggelar seminar sekali. Ke depan, kami akan tetap berkoordinasi dengan pegiat ternak maupun pihak desa untuk melakukan pendampingan berkelanjutan, sehingga inovasi ini bisa menjadi budaya baru dalam beternak di Desa Tarogan,” ujarnya.

Seminar ditutup dengan komitmen bersama untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan alternatif, sekaligus mencegah berkurangnya populasi ternak saat musim kemarau.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top