Apakah benar kau mencari keadilan? Lantas, sikap mana yang harus kubenarkan? Sikap mana yang harus kupandang lihai? Aku terkecoh… Kukira, Dirimu benar-benar penegak keadilan Dan ingin memerdekakan rakyat-rakyat kecilnya.
Nyatanya, Kau hanya jadikan mereka kelinci percobaan. Kau jadikan mereka permainan, Masuk dalam taktik perburuan yang kejam. Merampas segala hak kepemilikan, Menabur banyak ruas kebusukan.
Kau hanya ingin tahta di atas nestapa, Dan merenggut semua hak serta kewajiban. Kau kejam! Kau kejam! Sekali lagi kuucap: kau kejam!
Kau penilik yang handal, Ingin berkuasa di kursi raja dan melempar kekuasaan. Kau tak lain hanyalah tikus besar yang bertopeng dalam sarang. Kau bak gulali yang manis di awal, Namun mengutuk segala dunia angkasawan.
Setelah tercapai, kau akan meraba, Dan melempar semua orang yang tak kauinginkan. Kau begitu kejam dalam topeng keangkuhan.

