LPM Dialektika

Ahlus Suffah sebagai Inspirasi Pendidikan Pesantren

Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.18 WIB

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang bertujuan membentuk generasi berilmu, berakhlak mulia, dan mandiri. Menurut Syaikhona Ahmad Busyro Karim, nilai-nilai pendidikan pesantren memiliki kemiripan dengan kehidupan Ahlus Suffah pada masa Rasulullah Saw, yang dapat menjadi salah satu inspirasi pendidikan Islam.

Ahlus Suffah dan Kehidupan Santri

Ahlus Suffah (أَهْلُ الصُّفَّةِ) adalah sekelompok sahabat Nabi Saw yang tinggal di serambi Masjid Nabawi. Sebagian dari mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi, tetapi tetap tekun belajar agama, beribadah, dan mengikuti pengajaran Rasulullah Saw.

Kehidupan mereka memiliki kemiripan dengan santri yang tinggal di pesantren, belajar kepada kiai, beribadah berjamaah, dan menjalani kehidupan sederhana. Meskipun demikian, Ahlus Suffah lebih tepat dipandang sebagai inspirasi pendidikan Islam, bukan sebagai asal langsung sistem pesantren modern.

Hubungannya dengan QS. Al-Baqarah Ayat 273

Allah SWT berfirman:

لِلْفُقَرَاۤءِ الَّذِيْنَ اُحْصِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ضَرْبًا فِى الْاَرْضِ ۖ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ اَغْنِيَاۤءَ مِنَ التَّعَفُّفِ ۚ تَعْرِفُهُمْ بِسِيْمٰهُمْ ۚ لَا يَسْـَٔلُوْنَ النَّاسَ اِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Artinya: “(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga mereka tidak dapat berusaha di bumi …” (QS. Al-Baqarah [2]: 273).

Ayat ini menggambarkan orang-orang fakir yang menjaga kehormatan diri meskipun hidup dalam keterbatasan. Dalam sejumlah kitab tafsir, ayat ini dikaitkan dengan kaum Muhajirin, termasuk Ashabus Suffah. Menurut saya, ayat ini mengajarkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi seseorang menuntut ilmu. Masyarakat juga hendaknya membantu para penuntut ilmu yang membutuhkan.

Abu Hurairah dan Keteladanan Santri

Salah satu tokoh terkenal dari kalangan Ahlus Suffah adalah Abu Hurairah رضي الله عنه, sahabat Nabi Saw yang dikenal sebagai salah satu periwayat hadis terbanyak. Beliau bersungguh-sungguh mendampingi Rasulullah Saw untuk belajar, mendengarkan, dan menghafal hadis.

Kehidupan Abu Hurairah memiliki kemiripan dengan perjuangan santri dalam menuntut ilmu. Keduanya dapat menjadi contoh ketekunan belajar, kesederhanaan, kedekatan dengan guru, serta semangat menyampaikan ilmu kepada orang lain.

Kesimpulan

Menurut saya, kehidupan Ahlus Suffah dan Abu Hurairah memberikan inspirasi bagi pendidikan pesantren dalam hal kesederhanaan, ibadah, akhlak, dan kesungguhan menuntut ilmu. Walaupun sejarah pesantren di Indonesia berkembang melalui proses tersendiri, nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berita Terbaru

Info & Iklan

Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika

Berita Populer