Haruskah aku menjadi dewi Sinta yang terbakar ditengahnya kobaran api? Haruskah aku menjadi Laila yang mati membawa cintanya?
Tuann
Rahwana mencintai Sinta tanpa syarat. Jalaluddin Rumi dalam filsafat nya mengatakan, cinta melalui hati itu abadi tanpa perpisahan.
Lantas Kemana janjimu?
Aku bersimpuh hanya mengemis sebuah cinta yang kau tanamkan dengan begitu indah, hingga kau bilang tak ada perpisahan didalamnya!!
Hingga aku terbuai dengan manisnya ruang dan waktu kala itu
Pada akhirnya..
Kau laksana rama, yang mencintai sinta dengan syarat, hingga kau mengutus perpisahan bersama kebencian berkobar dalam api yang membara.

