LPM Dialektika

Terlalu Sibuk Membicarakan Negara, Lupa Melihat Sekitar

Selasa, 6 Oktober 2026, 11.05 WIB

DIALEKTIKA.COM– Di zaman sekarang, informasi berkembang begitu cepat. Berbagai persoalan negara dapat diketahui hanya dalam hitungan menit melalui media sosial. Mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, hingga kebijakan pemerintah menjadi bahan pembicaraan masyarakat, termasuk mahasiswa yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Namun, di tengah cepatnya informasi tersebut, ada persoalan yang sering terlupakan: masalah yang terjadi di sekitar kita sendiri.

Banyak orang lebih cepat mengetahui persoalan negara daripada persoalan di lingkungan tempat mereka tinggal. Salah satu penyebabnya adalah berita nasional lebih mudah mendapatkan perhatian media, sementara persoalan daerah sering kali tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk dibicarakan.

Hal serupa juga dapat dilihat di lingkungan Institut Kariman Wirayudha (INKADHA). Mahasiswa cukup aktif mengikuti isu-isu terbaru tentang negara, tetapi persoalan yang terjadi di lingkungan kampus sendiri belum banyak diangkat. Salah satunya adalah masih minimnya budaya membaca dan menulis di kalangan mahasiswa.

Selain itu, terdapat persoalan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi mahasiswa. Salah satu contohnya adalah kegiatan training kepenulisan UKM Pengembangan Intelektual (UKM PI) pada hari minggu tanggal 7 juni 2026. Proposal kegiatan telah diajukan sesuai prosedur sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Bahkan, jadwal kegiatan sempat ditunda. Namun, ketika pelaksanaan sudah semakin dekat, dana kegiatan belum dapat dicairkan karena adanya persoalan pembayaran UKT mahasiswa.

Karena kegiatan sudah terlanjur disosialisasikan, panitia training kepenulisan UKM PI akhirnya menggunakan uang pribadi agar kegiatan tetap dapat terlaksana.

Semangat mahasiswa untuk tetap menjalankan kegiatan tentu patut diapresiasi. Namun, kondisi seperti ini juga perlu menjadi bahan evaluasi agar kegiatan mahasiswa tidak selalu bergantung pada pengorbanan pribadi para pengurus.

Persoalan lain terdapat pada aturan administrasi kegiatan. Proposal harus diajukan H-1 bulan, sementara LPJ harus diselesaikan H+1. Organisasi mahasiswa juga tidak dapat mengajukan proposal baru sebelum LPJ organisasi sebelumnya diselesaikan.

Aturan tersebut tentu memiliki tujuan untuk menjaga ketertiban administrasi. Namun, tidak semua kegiatan mahasiswa dapat direncanakan satu bulan sebelumnya. Ada kegiatan yang muncul karena momentum atau kebutuhan tertentu. Selain itu, kegiatan organisasi mahasiswa juga tidak selalu dapat dilaksanakan secara bergiliran karena dalam waktu yang sama beberapa organisasi bisa memiliki agenda masing-masing.

Persoalan seperti ini tidak seharusnya hanya menjadi keluhan yang dibicarakan dari satu mahasiswa ke mahasiswa lainnya. Perlu ada ruang komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus agar aturan yang ada dapat berjalan sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.

Mahasiswa memang perlu peduli terhadap persoalan negara. Namun, kepedulian tersebut akan lebih berarti jika dimulai dari lingkungan terdekat. Jangan sampai kita begitu cepat mengetahui masalah negara, tetapi lambat menyadari masalah yang terjadi di kampus sendiri.

Sebab perubahan tidak selalu dimulai dari pusat negara. Terkadang, perubahan justru dimulai dari keberanian untuk membicarakan persoalan yang ada di sekitar kita.

Berita Terbaru

Info & Iklan

Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika

Berita Populer