DIALEKTIKA, BERAJI – Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep kembali melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk tiga fakultas yaitu Tarbiyah, Ekonomi & Bisnis Islam, dan Psikologi.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembekalan mahasiswa PPL dan PKL yang berlangsung di aula kampus INKADHA Sumenep, Sabtu, 11 November 2023.
Pembekalan yang dilaksanakan pagi hari itu merupakan program tahunan di kampus INKADHA yang harus mahasiswa ikuti sebagai syarat dan ketentuan kelulusan.
Amiruddin, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah INKADHA Sumenep mewakili dekan lainnya menyampaikan, mahasiswa harus menjaga nama baik almamater ketika melaksanakan tugas PPL atau PKL .
Sebab, baik buruknya kampus PATOT itu tergantung bagaimana mahasiswa bertingkah di lapangan. Sopan dan santun mahasiswa harus dikedepankan.
“Jaga nama baik almamater kita. Mohon dijaga, sikap kita dijaga,” pesannya.
Amir menjelaskan, ketika di lapangan banyak sekali perbedaan yang akan ditemukan oleh mahasiswa. Antara teori dan praktik sedikit banyak juga berbeda.
Namun, mahasiswa tidak boleh langsung menyalahkan. Semua yang terjadi di lapangan harus dijadikan pembelajaran.
“Jangan menyalahkan aturan yang ada di lembaga itu. Cukup kita asumsi sendiri. Tidak usah dikoreksi kita. Cukup jadikan penelitian kita nanti dan jadikan pembelajaran bagi kita,” tegas Amir.
Sementara Bayu Kusferiyanto, M.Pd.I selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, berdasarkan informasi dari masing-masing kepala prodi, jumlah mahasiswa yang akan mengikuti PPL dan PKL kurang lebih sekitar 62 peserta.
Namun setelah dilakukan verifikasi syarat dan ketentuannya oleh pelaksana, ternyata masih ada mahasiswa yang belum terdaftar. Sehingga, pihak akademik mengusahakan semua mahasiswa bisa ikut PPL dan PKL.
“Semoga bisa berjalan dengan baik dan lancar, karena PPL dan PKL ini merupakan kegiatan akademik yang harus diikuti oleh mahasiswa,” harap Bayu.
Menurut dia, ada tujuh instansi dan lembaga yang akan dijadikan tempat PPL dan PKL mahasiswa tahun 2023. Lima diantaranya lembaga pendidikan, sedangkan dua tempat lainnya adalah lembaga profesi.
“Untuk lembaga pendidikan ada Nurul Mannan Gapura, Darut Thoyyibah Legung, MA Alkarimiyyah Beraji, RA At-Taqwa Parsanga, Taufiqurrahman Banuaju dan dua lembaga profesi yaitu BPRS Bhakti Sumekar dan Rutan Sumenep,” ujar Bayu. (*)

