KOPRI INKADHA Peringati Hari Lahir Kopri ke-57

DIALEKTIKA.COM – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PK PMII INKADHA merayakan hari lahir KOPRI yang ke-57. Acara tersebut bertempat di kampus INKADHA pada 24 November 2024 kemarin.

Acara digelar dengan konsep sederhana mengingat banyak pengurus yang terlibat dalam kegiatan kampus, seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Meski demikian, acara tetap berlangsung dengan lancar.

Acara dimulai dengan ziarah ke makam para masyaih PP Al-Karimiyyah dan sambungan doa kepada salah satu pendiri PMII yang baru saja wafat, KH. Munshif Nakhrowi, diikuti dengan pembacaan doa khotmil Qur’an. Kegiatan di atas dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum.

Setelah ziarah dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi santai yang mengangkat tema “Sejarah KOPRI dan Peran Perempuan Masa Kini.”

Dalam diskusi tersebut, beberapa mantan ketua KOPRI PMII Komisariat INKADHA, di antaranya Saidah Salamah dan Durratul Yatimah turut berbagi pengalaman dan cerita tentang perjalanan KOPRI, serta tantangan yang dihadapi oleh kader perempuan di masa lalu dan kini.

Diskusi tersebut memberi wawasan penting bagi kader-kader KOPRI untuk terus berkontribusi dalam dunia pergerakan.

Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan Harlah KOPRI yang dihadiri oleh kader dari berbagai angkatan, seperti Kompas, Pornama, Galaksi, dan Antariksa, serta anggota baru PMII Komisariat INKADHA.

Dalam kesempatan tersebut, Senior KOPRI PMII Komisariat Inkadha menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader untuk terus menjaga semangat dan aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Kader-kader diingatkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan senior-senior mereka, serta memastikan bahwa komunikasi antar generasi kader tetap terjalin dengan baik.

“Kami berharap kader-kader yang hadir saat ini terus aktif dan tetap menjaga komunikasi,” pesan Durratul Yatimah.

Selain itu, Ketua KOPRI INKADHA Imroatul Hasanah juga berharap agar generasi mendatang dapat terus berkembang lebih baik dari generasi sebelumnya.

“Saya berharap setelah saya demis, generasi berikutnya dapat lebih maju dan lebih militan. Karena hanya mereka yang bersungguh-sungguh yang akan bertahan,” ujar Iim. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top