DIALEKTIKA.COM — Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) yang terletak di Beraji, Gapura, Sumenep, seharusnya menjadi ruang subur bagi tumbuhnya intelektualitas, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa harapan tersebut belum sepenuhnya terealisasi, khususnya dalam hal dukungan terhadap Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang menjadi motor penggerak kegiatan non-akademik kampus.
ORMAWA bukan sekadar pelengkap dalam dinamika kehidupan kampus. Ia adalah wadah pembentukan karakter, pengasahan kemampuan manajerial, serta sarana aktualisasi diri mahasiswa. Sayangnya, berbagai upaya dan semangat mahasiswa untuk berkegiatan seringkali terhambat oleh minimnya dukungan fasilitas dari pihak kampus.
Salah satu masalah adalah belum adanya sekretariat bagi ORMAWA, meskipun sekretariat ini telah berulang kali dijanjikan langsung oleh Rektor. Hingga saat ini, ruang yang dijanjikan belum tampak wujudnya, padahal sekretariat adalah jantung operasional organisasi, tempat menyimpan dokumen, menyusun program, dan berkonsolidasi. Ketika kebutuhan dasar seperti ini tidak terpenuhi, bagaimana mungkin roda organisasi dapat berjalan secara optimal?
Tak hanya itu, minimnya ruang diskusi, tidak tersedianya peralatan penunjang kegiatan seperti komputer, printer, papan informasi, hingga sound system, serta ketidakjelasan dukungan anggaran kegiatan menunjukkan lemahnya komitmen kampus dalam memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang. Ironisnya, di sisi lain mahasiswa terus dituntut untuk aktif, inovatif, dan berprestasi.
Kampus seharusnya tidak hanya menjadi tempat belajar di dalam kelas, tetapi juga medan latihan kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah melalui organisasi mahasiswa. Ketika hal tersebut diabaikan, maka kampus kehilangan salah satu fungsinya, yaitu sebagai agen pembentuk karakter.
Bentuk ketidakpedulian kampus terhadap ORMAWA juga berdampak terhadap semangat mahasiswa bisa menurun, loyalitas terhadap almamater melemah, bahkan tidak menutup kemungkinan timbul sikap apatis terhadap kampus itu sendiri.
Pihak kampus perlu menyadari bahwa investasi terhadap ORMAWA bukanlah beban, melainkan bekal penting dalam mencetak generasi pemimpin masa depan. Fasilitas yang memadai adalah bentuk apresiasi sekaligus dukungan moral agar mahasiswa mampu mengelola organisasinya secara proporsional dan lebih baik.
Sudah saatnya kampus tercinta Institut Kariman Wirayudha mendengarkan dan merespons aspirasi mahasiswa dengan serius. Bukan lagi dengan janji, tetapi dengan tindakan nyata.

