Mulai Besok, 60 Puluhan Mahasiswa INKADHA Sumenep PPL dan PKL di 7 Lembaga Ini

Mulai Besok, 60 Puluhan Mahasiswa INKADHA Sumenep PPL dan PKL di 7 Lembaga Ini

DIALEKTIKA, BERAJI – Sebanyak 60 lebih mahasiswa Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mulai besok, Senin, 13 November 2023.

Mereka akan melaksanakan PPL dan PKL selama satu bulan di 7 lembaga yang telah bekerja sama dengan kampus INKADHA.

Ketua Pelaksana PPL dan PKL INKADHA Sumenep Bayu Kusferiyanto, M.Pd.I mengatakan, mahasiswa yang akan mengikuti PPL dan PKL tahun 2023 kurang lebih sekitar 62 mahasiswa.

Puluhan mahasiswa tersebut menurut Bayu berasal tiga fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Ekonomi & Bisnis Islam, dan Psikologi.

“Tanggal pelaksanaannya 13 November – 13 Desember 2023,” katanya, saat kegiatan pembekalan, Sabtu, 11 November kemarin.

Menurut Bayu, ada 7 lembaga yang akan dijadikan tempat PPL dan PKL mahasiswa INKADHA Sumenep tahun 2023. Lima diantaranya lembaga pendidikan, sedangkan dua tempat lainnya adalah lembaga profesi.

“Untuk lembaga pendidikan ada Nurul Mannan Gapura, Darut Thoyyibah Legung, MA Alkarimiyyah Beraji, RA At-Taqwa Parsanga, Taufiqurrahman Banuaju dan dua lembaga profesi yaitu BPRS Bhakti Sumekar dan Rutan Sumenep,” ungkapnya.

Kegiatan PPL dan PKL bagi mahasiswa INKADHA Sumenep diawali dengan pembekalan yang berlangsung di aula kampus, Sabtu, 11 November 2023 pagi.

Dekan Fakultas Tarbiyah INKADHA Sumenep Amiruddin, M.Pd.I mewakili dekan lainnya saat itu mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama melaksanakan tugas PPL atau PKL.

Sebab, baik buruknya kampus PATOT itu tergantung bagaimana mahasiswa bertingkah di lapangan. Sopan dan santun mahasiswa harus dikedepankan.

“Jaga nama baik almamater kita. Mohon dijaga, sikap kita dijaga,” pesannya.

Amir menjelaskan, ketika di lapangan banyak sekali perbedaan yang akan ditemukan oleh mahasiswa. Antara teori dan praktik sedikit banyak juga berbeda.

Namun, mahasiswa tidak boleh langsung menyalahkan. Semua yang terjadi di lapangan harus dijadikan pembelajaran.

“Jangan menyalahkan aturan yang ada di lembaga itu. Cukup kita asumsi sendiri. Tidak usah dikoreksi kita. Cukup jadikan penelitian kita nanti dan jadikan pembelajaran bagi kita,” tegas Amir. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top