LPM Dialektika

Tersambung, tetapi Tak Terhubung: Ketika Fasilitas Berhenti pada Ikon

Rabu, 28 Oktober 2026, 00.58 WIB

OPINI — Kampus hari ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Banyak aktivitas mahasiswa mulai berpindah ke sistem digital, mulai dari mencari materi, membaca jurnal, mengirim tugas, hingga melakukan absensi.

Karena itu, HP bagi mahasiswa bukan sekadar alat untuk membuka media sosial. Terlebih bagi mahasiswa Gen Z, penggunaan HP di kampus juga berkaitan dengan kebutuhan akademik. Apalagi, absensi dan beberapa materi perkuliahan kini sudah menggunakan aplikasi. Artinya, koneksi internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi bagian dari aktivitas perkuliahan.

Lalu, bagaimana ketika fasilitas WiFi sudah tersedia, tetapi internetnya justru tidak bisa digunakan?

Hampir satu minggu terakhir, jaringan WiFi masih dapat ditemukan dan perangkat masih bisa tersambung. Di layar bahkan muncul tulisan Connected. Namun, ketika digunakan, internet tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bisa dikatakan, tersambung, tetapi tidak terhubung.

Sekilas, mungkin masalah ini terlihat sederhana. Tinggal menggunakan paket data pribadi atau mencari jaringan lain. Namun, ketika kampus menyediakan WiFi sebagai fasilitas bersama, mahasiswa tentu memiliki harapan bahwa fasilitas tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Terlebih, kebutuhan internet ini bukan hanya untuk hiburan semata. Ada mahasiswa yang memang memerlukan internet untuk mengakses jurnal, membuka materi, mengirim tugas, melakukan absensi, hingga menggunakan aplikasi yang berkaitan dengan perkuliahan.

Gangguan jaringan tentu bisa terjadi. Tidak ada teknologi yang selalu sempurna. Namun, ketika gangguan berlangsung hampir satu minggu, persoalannya tidak cukup berhenti pada kalimat “sedang ada kendala”.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah sedang diperbaiki? Kapan diperkirakan kembali normal? Selama perbaikan berlangsung, apa solusi yang dapat digunakan mahasiswa?

Pertanyaan ini bukan tuntutan yang berlebihan. Ketika sebuah fasilitas digunakan bersama dan berkaitan langsung dengan aktivitas akademik, informasi mengenai gangguan serta proses penanganannya merupakan bentuk pelayanan yang semestinya diperhatikan. Sebab, menyediakan fasilitas dan memastikan fasilitas tetap berfungsi adalah dua hal yang berbeda.

Nama jaringan WiFi boleh muncul di layar. Ikonnya boleh menunjukkan Connected. Namun, jika halaman tidak terbuka, materi tidak dapat diakses, dan aplikasi perkuliahan tidak berjalan, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mahasiswa.

Karena itu, pihak kampus perlu melihat persoalan ini bukan hanya sebagai gangguan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan akademik. Hanya perbaikan yang kami butuhkan, tidak lebih dari itu.

Mahasiswa tidak sedang menuntut fasilitas yang sempurna tanpa kendala. Mahasiswa hanya membutuhkan fasilitas yang disediakan benar-benar dapat digunakan. Sebab, jika mahasiswa dituntut mengikuti perkembangan teknologi, sementara fasilitas pendukung di lingkungan kampus tidak dapat diandalkan, ada sesuatu yang perlu kembali diperhatikan.

Pada akhirnya, tulisan Connected di layar hanyalah sebuah status. Yang dibutuhkan mahasiswa adalah koneksi yang benar-benar berjalan.

Tersambung adalah status. Terhubung adalah fungsi. Dan fasilitas yang berfungsi adalah bentuk pelayanan yang seharusnya dirasakan mahasiswa, bukan sekadar terlihat di mata.

Berita Terbaru

Info & Iklan

Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika
Poster Info dan Iklan LPM Dialektika

Berita Populer