DIALEKTIKA.com – Kegiatan nonton bareng dan diskusi film berjudul “Pesta Oligarki” sukses digelar di Lapangan Kesenian Kabupaten Sumenep pada Selasa, (30/11/2024).
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber inspiratif: Andre Yuris dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Hidayaturrahman Akademisi Sumenep, Wiwik Karim Praktisi Hukum, serta Moh. Busri Jurnalis Independent, yang memberikan perspektif mendalam terkait tema film tersebut.
Film “Pesta Oligarki” mengangkat topik pelaksanaan Pemilu di Indonesia, khususnya kontestasi politik dalam Pemilu 2024 yang lalu. Pemilu sering kali disebut sebagai pesta demokrasi rakyat, namun dalam banyak kasus justru memperlihatkan dinamika oligarki, di mana pihak-pihak berkepentingan memiliki kekuatan untuk mengendalikan jalannya demokrasi.
Ketua pelaksana acara, Moh. Busri menyampaikan harapannya agar apa yang tergambar dalam film tersebut tidak terjadi dalam Pilkada mendatang di Sumenep.
“Jangan sampai Pilkada Sumenep mengalami nasib yang sama seperti Pemilu nasional kemarin,” ungkapnya.
Sementara itu, Hidayaturrahman, Akademisi Sumenep, menegaskan bahwa film “Pesta Oligarki” seharusnya menjadi referensi agar pelaksanaan Pemilu atau Pilkada lebih profesional serta menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan.
“Film ini bisa menjadi pengingat agar Pemilu atau Pilkada ke depan tidak mencederai integritas demokrasi di negara ini,” ujarnya.
Kegiatan nobar tersebut bekerja sama dengan Maduraindepth.com, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumenep. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong jurnalis muda agar lebih peka terhadap isu-isu demokrasi di sekitar mereka, terutama menjelang Pilkada mendatang.
Mita Nurul Komaria, Selaku Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa Dialektika Institut Kariman Wirayudha (INKADHA), juga memberikan tanggapannya.
Menurutnya, acara nobar ini membuka mata banyak orang akan pentingnya kepedulian terhadap demokrasi.
“Kegiatan nobar yang diadakan oleh Maduraindepth.com ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap kondisi demokrasi saat ini,” ujarnya.
Sekedar diketahui, acara Nobar tersebut terlaksana secara independent tanpa dukungan dari siapapun termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep. (*)
