SUMENEP, DIALEKTIKA.COM – Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep sukses menggelar perayaan Dies Natalis ke-18 di Aula Al Karimiyyah, Jumat (4/9/2026). Mengusung tema “Menguatkan Tradisi Pesantren, Mewujudkan Perguruan Tinggi Islam Berdaya Saing Global”, acara ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan pijakan strategis menuju transformasi kampus.
Rangkaian acara yang penuh khidmat ini diawali dengan Khotmil Qur’an oleh mahasiswa sejak pagi hari. Hal ini menjadi simbol kuat yang mencerminkan nilai inti tradisi pesantren: keilmuan, keikhlasan, dan integritas.
Menyikapi tantangan dan visi besar INKADHA, Ketua Yayasan Kariman, K.H. Sami’uddin, menekankan pentingnya sinergi dan perbaikan sistem administrasi. Guna mendorong kualitas dan kuantitas mahasiswa, pihak yayasan mendorong keberanian seluruh elemen kampus dalam melakukan promosi.
“Jika setiap dosen mampu membawa tiga mahasiswa, kampus berpotensi mengumpulkan hingga 120 mahasiswa baru,” jelasnya, seraya mengingatkan pentingnya komunikasi internal yang solid guna menghindari miskomunikasi struktural.
Dalam sambutannya, Rektor INKADHA Zainollah, M. Pd menyoroti perkembangan pesat dan daya saing kampus yang kini mulai merambah kancah internasional. Ia menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) INKADHA, baik dosen maupun mahasiswa, kini memiliki kualitas yang patut dibanggakan.
“Karya-karya dosen kita sudah publikasi internasional dan terindeks Scopus. Kualitas mahasiswa kita juga sejajar dengan kampus lain, bahkan kita sudah melaksanakan KKN Internasional,” ungkap Rektor.
Meski demikian, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak berpuas diri. Ia menyoroti evaluasi terkait fasilitas sarana prasarana, seperti belum adanya aula utama yang representatif, serta sedikit penurunan angka penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Hal tersebut menjadi pemacu untuk mengeksekusi peta jalan strategis kampus.
“Visi besar kita adalah mentransformasikan institusi ini menjadi Universitas Kiai Haji Kariman Wirayudha, dengan proyeksi target pada tahun 2029, 2034, dan 2044,” tambahnya.
Di sisi lain, pijakan akademik untuk mewujudkan visi besar tersebut dipertegas oleh Senat Institut, Prof.Dr.H. Achmad Mulyadi, M.Ag. Ia memaparkan bahwa sejak berdiri 18 tahun lalu, institusi telah melewati fase Pesantren dan Sekolah Tinggi (2008–2020), hingga kini berada di fase Institut (2020–2026) yang digerakkan oleh SDM muda yang energik.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Prof. Achmad Mulyadi memaparkan target ambisius kampus di masa depan. “Kita menargetkan kebijakan ‘nol magister’ di masa depan, di mana seluruh dosen diwajibkan mencapai tingkat pendidikan minimal S3 (Doktor),” paparnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa lulusan INKADHA didesain untuk menjadi “Sarjana Wirayudha” sosok berakhlak karimah yang berani dan mandiri menciptakan lapangan kerja. Untuk mencapai hal ini, kampus akan mengubah strategi rekrutmen menjadi sistem ‘jemput bola’, mengadakan jalur prestasi melalui festival tingkat SMA, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pesantren dan perguruan tinggi negeri seperti UTM, UIN Madura, dan UIN Walisongo Semarang.
Perayaan Dies Natalis ke-18 ini ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh pihak. Dengan landasan tauhid dan tradisi pesantren yang kuat, INKADHA Sumenep siap bergerak cepat menjawab tantangan zaman dan bertransformasi menjadi universitas Islam yang diperhitungkan di kancah global.
