Sekelumit Tentang Sayyidah Khadijah Al Kubro

Beliau adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza seorang entrepreneur sukses. Istri yang paling dicintai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam satu-satunya wanita yang tidak dimadu dan dari rahim beliau lahir putra dan putri yang mulia.

Beliau adalah sosok wanita yang cerdas, cantik, kaya raya dan bernasab mulia, lahir di abad ke 6 M sekitar 15 tahun sebelum penyerangan pasukan Abrahah ke Mekkah.

Sebelum menikah dengan Rasulullah beliau pernah menikah dua kali dan dari pernikahan itu sama-sama dikaruniai anak, suami pertama bernama Atiq bin Abid bin Makhzum dari pernikahan ini beliau dikarunia seorang putri yang diberi nama Haritsah, suami kedua bernama Abu Halah Malik bin Qiyas bin Zuroroh dan dari pernikahan ini pula beliau dikaruniai dua anak.

Sebagai wanita yang memiliki privilege tinggi nama beliau terkenal diantara bangsawan-bangsawan Quraisy, setelah kematian suaminya yang kedua banyak dari mereka yang mencoba melamar namun semuanya ditolak.

Kisah cinta Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan Khadijah binti Khuwailid bermula ketika Nabi mendaftarkan diri sebagai salah satu karyawan di perusahaan niaganya, tentu saja Beliau diterima dengan tangan terbuka sebab Rasulullah shalallahu alaihi wassalam sedari kecil memang terkenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya, julukan Al-Amin yang disematkan kepada beliau bukanlah isapan jempol belaka.

Akhirnya beliau berangkat bersama Maysaroh salah satu budak Khadijah Rasulullah berniaga ke negeri Syam, selama perjalanan banyak kejadian menakjubkan yang menimpa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam semuanya tak luput dari pengawasan Maysaroh selaku rekan seperjalanannya.
Lebih-lebih lagi cara berdagang Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang unik dan banyak menarik perhatian pembeli sehingga laba yang diperoleh dua kali lipat lebih besar dari biasanya.

Sepulangnya dari Negeri Syam Maysaroh menceritakan perjalanannya yang luar biasa kepada tuannya, Khadijah Ra. Mulai dari kejadian-kejadian aneh yang menimpa Rasulullah seperti awan yang selalu mengikuti beliau hingga cara berdagang Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang sangat jujur dan menarik perhatian pembeli.

Mendengar penuturan budaknya, semakin bertambah lah rasa kagum Sayyidah Khadijah kepada Rasulullah, benih-benih cinta mulai berkecambah di relung hatinya, seorang pemuda sederhana bernama Muhammad telah sukses mencairkan kebekuan hatinya yang telah lama mati lantaran orang-orang yang ia cintai telah pergi.

Seiring berjalannya waktu rasa cinta yang terpendam semakin besar, rindu yang tersimpan rapi di lubuk hati perlahan-lahan berontak, hati Sayyidah Khadijah dilanda gundah gulana yang tak berkesudahan, namun apa daya beliau terlalu malu untuk mengungkapkannya kepada Rasulullah, demi mengurangi beban itu beliau menceritakan perasaanya kepada sahabat karibnya, Nafisah.

Melihat keadaan sahabatnya yang begitu kasmaran, Nafisah pun berinisiatif menceritakan perasaan Khadijah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, pucuk dicita ulam pun tiba ternyata Rasulullah juga memiliki perasaan yang sama namun beliau takut untuk mengungkapkannya karena beliau sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pemuda miskin yang tak berharta.

Singkat cerita, karena Rasulullah sudah tau bagaimana perasaan Sayyidah Khadijah kepadanya, beliau pun memberanikan diri melamar Sayyidah Khadijah bersama kedua pamannya Sayyidina Hamzah dan Abu Talib. (“)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top