Stop! Merasa Tahu

Disclaimer dulu ya, tulisan ini tidak bermaksud menggurui atau sok-sokan memberi nasihat, anggap aja ini sekedar masukan dari seorang teman kepada temannya.

Okey gini, kita sebagai pelajar entah sedang kuliah atau masih sekolah pasti masih sering mendapatkan pengetahuan baru saat berada di kelas atau diluar kelas. Namanya Pelajar kegiatan kita diwarnai oleh belajar, belajar dan belajar.

Normalnya, setiap kali belajar kita pasti mendapatkan ilmu baru yang mungkin saja tidak didapatkan oleh orang lain sehingga efeknya dalam pengayaan informasi kita lebih unggul. Menjadi Pelajar itu privilege loh! Tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya, diluar sana banyak orang-orang yang bermimpi duduk di bangku yang sedang kita duduki atau memakai seragam yang kita pakai. Kesimpulannya wajar jika kita lebih pintar dari orang lain.

Tapi ingat! Saat kita berada di level itu esensinya nilai kita sebagai Pelajar sedang dipertaruhkan. Banyak loh dari golongan kita yang gagal bertarung melawan musuh dan tidak mampu untuk bangkit lagi, musuh terbesar kita bukan penjahat atau monster yang mengerikan melainkan pemikiran merasa tau.

Yups betul kamu gak salah dengar, tapi kok bisa? Jadi sederhananya gini, Pelajar adalah orang yang belajar dimanapun dan kapanpun karena bagi Pelajar hidup adalah pembelajaran seumur hidup. So, selama kita belajar selama itu pulalah kita disebut Pelajar. Nah, pemikiran merasa tau dapat mematikan keinginan belajar dan melemahkan perasaan ingin tahu, dua hal yang wajib ada didalam jiwa seorang Pelajar.

Saat seseorang merasa tau nalar kritisnya akan tumpul dan semangat belajarnya akan padam, buku tidak lagi menarik untuk dibaca penjelasan guru tidak lagi menyenangkan untuk didengar, perlahan-lahan ia akan menjadi manusia angkuh yang tidak butuh asupan ilmu baru

Abu Nawas pernah berkata:
قل لمن ادعي في العلم معرفة عرفت شيئا وغابت عنك الاشياء

Katakanlah kepada orang yang merasa dirinya tau, kau hanya sedikit tau dan masih banyak hal yang belum kamu ketahui.

Ironisnya, banyak Pelajar yang tidak menyadari hal itu mereka terlanjur terbuai dengan euforia bahwa dirinya telah tau dan tidak perlu belajar lagi.

Lantas solusinya apa? Ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, kita nasehati baik-baik sebagai temannya kalau tidak mempan kita pakai cara yang kedua, bungkam dengan orang yang levelnya jauh diatas mereka karena orang yang merasa tau akan merasa terhina saat dirinya berhadapan dengan orang yang jauh lebih tau dari dirinya, biasanya di fase itu ia akan tersadar dan mulai kembali untuk belajar sebab biasanya orang yang merasa tau adalah orang yang tidak memiliki rival atau target pencapaian sehingga ia tidak memiliki alasan untuk berusaha, nah dengan hadirnya orang yang lebih tau dihadapannya semangat belajar dan rasa ingin tahunya kemungkinan besar akan muncul kembali.

Kalau cara kedua belum berhasil juga? Yah kita hanya bisa mengucapkan say good bye kepadanya, dan berdoa semoga ia segera mendapat hidayah dari Tuhan. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top