Surat untuk Kontrakan

Ilustrasi puisi Surat Untuk Kontrakan. (AI)

Kontrakanku yang baik,
maaf jika akhir-akhir ini aku sering pulang terlambat.
Bukan karena aku lupa jalan,
tapi kadang dunia di luar terasa lebih sempit darimu.

Terima kasih sudah menampung lelahku,
menyimpan cerita-cerita nakalku,
mengisi perut laparku.
Kau diam saja, tapi selalu paham
bagaimana caranya menenangkan kepala.

Kau tahu, dunia di luar terlalu gaduh.
Orang-orang sibuk mengejar sesuatu,
hingga lupa pulang kepangkuan kasur sobekmu.
Aku juga, tapi kadang aku sendiri tak tahu
apa yang sebenarnya kukejar.

Malam ini, biarkan aku rebah lebih lama.
Jangan buru-buru mengusirku ke pagi.
Aku ingin tidur tanpa mimpi,
di ruang sempit mu yang sepi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *