Al-Qur’an adalah mukjizat terhebat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam atau bahkan mukjizat yang paling hebat dibandingkan dengan mukjizat Rasul lainnya. Mengapa? Karena manfaat dan entitasnya tetap ada sampai sekarang. Berbeda dengan mukjizat-mukjizat nabi lainnya yang sekarang keberadaannya sudah sirna seperti tongkat Nabi Musa alaihi salam dan unta Nabi Saleh alaihi salam.
Sebagai sebuah mukjizat manfaat dari Al-Quran sendiri bisa dirasakan oleh umat Islam dari generasi ke generasi, berbeda dengan mukjizat nabi lainnya seperti mukjizat keluarnya air dari ruas-ruas jari beliau yang hanya bisa dirasakan oleh para sahabat.
Berbeda dengan kitab-kitab samawi lainnya yang orisinalitasnya diperdebatkan. Al-Qur’an justru terjamin keabsahan dan keotentikannya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(Al Hijr 15:9)
Mengapa hal ini hanya ada pada Al-Qur’an? Kenapa kitab-kitab suci lainnya tidak? Alasannya sederhana karena Al-Qur’an Allah turunkan sebagai manhaj sekaligus i’jaz, berbeda dengan kitab-kitab lainnya hanya diturunkan sebagai manhaj.
Perlu diketahui bahwa mukjizat adalah kemampuan atau sesuatu luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada para Rasulnya sebagai bukti dan hujjah kepada orang-orang kafir yang ingkar.
Mukjizat beragam macamnya ada berupa skil seperti Nabi Sulaiman alaihi salam yang mampu berbicara dengan hewan atau berupa atau berupa kejadian diluar nalar sebagaimana Nabi Ibrahim alaihi salam yang selamat ketika dibakar oleh Raja Namrud dan adapula yang berupa benda seperti tongkat Nabi Musa dan Al-Qur’an.
Mukjizat Al-Qur’an memiliki karakteristik yang unik, dijelaskan oleh Imam Asy-sya’rawi dalam kitabnya Khowatirus sya’rawi bahwa kandungan i’jaz yang ada didalam Al-Qur’an itu tergantung kemampuan pemahaman pembacanya, semakin besar pemahamannya maka semakin besar kandungan i’jaz yang akan berhasil ia ungkap.
So, bagi orang yang kemampuannya sebatas membaca maka nilai i’jaz yang didapat dari Al-Qur’an hanyalah keindahan lafal ayatnya bagi ahl akan tetapi bagi para pemikir dan mufassir maka i’jaz yang didapatkan adalah rahasia-rahasia yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an
Dan pada akhirnya mukjizat yang ada dalam Al-Qur’an tetap bisa dirasakan oleh setiap manusia namun dengan porsi yang berbeda-beda. (*)
