DIALEKTIKA.COM — Memiliki sekretariat atau rumah organisasi adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi ORMAWA, khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Baik itu UKM Pengembangan Intelektual, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), hingga organisasi mahasiswa lainnya, semuanya membutuhkan ruang yang “layak” untuk berkegiatan, menyimpan arsip, dan membangun kebersamaan.
Dalam momentum Pelantikan Raya ORMAWA lalu, Rektor Institut Kariman Wirayudha, Bapak Zein, berkomitmen untuk kemudian menyerahkan kunci gedung yang akan difungsikan sebagai sekretariat organisasi mahasiswa.
Pernyataan tersebut tentu menjadi angin segar bagi kami para insan yang ada dalam organisasi. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul pertanyaan dalam benak saya : Apakah gedung tersebut akan digunakan bersama oleh seluruh organisasi, atau masing-masing UKM akan mendapatkan ruang sendiri? dan yang lebih penting, kapan realisasi itu benar-benar terjadi?
Kami berharap janji tersebut tidak menjadi sekadar janji, tetapi dapat segera ditindaklanjuti secara serius. Keberadaan sekretariat bukan sekadar fasilitas fisik, ia adalah simbol perhatian institusi terhadap geliat kemahasiswaan. Saya membayangkan ruang itu akan menjadi tempat lahirnya ide-ide yang bagus, diskusi-diskusi yang bermutu, serta penguatan solidaritas antar anggota organisasi.
Alangkah baiknya pihak rektorat, dosen pembina kemahasiswaan, dan pihak terkait untuk membuka ruang dialog dan koordinasi yang serius. Gedung kosong yang dijanjikan harus segera difungsikan agar tidak hanya menjadi simbol janji, tetapi juga saksi bagi geliat mahasiswa yang aktif dan progresif. Sekretariat yang terwujud akan menjadi pondasi kuat bagi perkembangan ORMAWA dan kualitas kegiatan kemahasiswaan di kampus tercinta ini.
