DIALEKTIKA.com – Sekumpulan mahasiswa sukses menyelenggarakan musyawarah untuk mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa baru (UKM) di Lembaga institusi Kariman Wirayudha (INKADHA).
Berlangsung di gedung putih sebelah timur pada hari Kamis, 3 Oktober 2024 musyawarah tersebut dihadiri oleh Fawaid Zaini M. Pd.I, Dema INKADHA dan Sema serta beberapa mahasiswa.
Pada pertemuan tersebut, beberapa mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait pembentukan UKM baru yaitu Multi Media. Keinginan tersebut didorong oleh keinginan mahasiswa agar memiliki wadah agar yang diakui oleh lembaga, tidak sebatas menjadi pengelola saja dalam lembaga tersebut.
Dalam sambutan Fawaid Zaini mengapresiasi keinginan tersebut untuk membentuk UKM baru. Hal itu dinilai penting dan Fawaid berjanji untuk mewujudkan keinginan mendirikan sebuah UKM yang fokus dalam sebuah media.
“Saya akan tetap membantu teman-teman mahasiswa untuk menggolkan. Yang jelas secara manajemen atau bahkan aturan dari ormawa yang ada disini Sema dan Dema ketika sudah semuanya diartikan sepakat diadakan dan menyetujui semua anggota, untuk Sema membuat surat permohonan penerbitan SK kepada Rektor. Nanti saya akan dampingi sampai SK keluar,” ujarnya di tengah-tengah pembicaraan.
Sementara itu merespon rencana pembentukan UKM baru Muhammad Faizal, Dema INKADHA menyampaikan bahwa persyaratan pembentukan UKM telah tertera dalam undangan-undang yang telah tertera dalam AD ART.
Selain ketentuan yang telah ada dalam ketentuan undang-undang di atas, syarat lain seperti suara mahasiswa juga turut menunjang terhadap keinginan mewujudkan organisasi baru di kampus INKADHA.
“Persyaratan salah satunya yaitu UKM dapat dibentuk apabila terdapat kesepakatan minimal 15 orang yang dibuktikan dengan tanda tangan dan KTM setiap orang tersebut,” katanya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Biyan mahasiswa Prodi MBS semester lll turut menyampaikan aspirasinya. Aspirasi itu berupa perhatian dia pada tim mahasiswa yang ditugaskan oleh lembaga.
“Jadi saya sebagai mahasiswa turut prihatin karena tidak ada eksistensi dari mahasiswa, peran dari mahasiswa di dalam media. Artinya yang menonjol media lembaga jadi prihatin tersebut kepada mahasiswa yang telah memegang media itu adalah inisiatif kami untuk memberi wadah. Rencana awalnya yaitu memberi wadah gimana wadah tersebut agar mahasiswa diakui sebagai yang mengelola media lembaga,” tegasnya. (*)
